Jika Baru Mulai, Tips Menulis Pemula Paling Awal Seperti Apa?

 




Kalau berandai-andai, ketika saya kembali lagi menjadi penulis pemula, sepertinya saya akan menjalankan tips menulis pemula yang akan saya bahas di bawah ini. Kenapa? Ya, alasannya supaya saya tidak perlu berputar-putar dalam mencari wangsit menuju cuan dari menulis.


Per tahun 2024 lalu, saya sudah menerbitkan 27 judul buku dan juga masih menjalankan aktivitas sebagai content writer serta copywriter. Ini menjadi hal yang sangat berharga buat saya. Namun, butuh proses panjang dan juga banyak kebingungan sampai akhirnya saya menemukan titik yang saya sukai dan juga mampu. Istilahnya ‘genius zone’.


Masalah Penulis Pemula

Apa saja sih masalah penulis pemula? Sebagai penulis yang sudah serius terjun di dunia ini sejak 2013, saya akan berbagi perspektif yang saya alami dan juga jadi curhatan teman-teman sesama penulis.

Semangat Menulis

Ketika menulis masih menjadi sebuah hobi, ini adalah kegiatan yang asyik. Saya akui itu. Saya hobi menulis cerita dan esai pendek sejak masik sekolah dasar. Ketika duduk di bangku SMP, saya mendapat uang beberapa ratus ribu dan piala karena memenangkan lomba resensi film. Bercerita pun menjadi hobi karena saya beberapa kali menjadi juara di bidang itu.


Namun, ketika terjun menjadi penulis yang ingin mendapatkan cuan, pandangan saya mulai berubah. Semangat menulis mulai timbul tenggelam. Ditambah lagi, saya juga masih bekerja. 

Kekurangan Waktu

Masalah waktu ini menjadi hal yang paling sering dikeluhkan penulis. Dulu, saya sering kepikiran kalau tidak menulis satu hari saja dan merasa bersalah. Akhirnya, saya terus mengejar job menulis di projects.co.id sampai lupa waktu. Akibatnya, saya mengalami cedera otot tangan kiri karena dipakai mengetik berlebihan.


Buat yang memiliki keluarga atau punya bisnis dari rumah, menulis pun menjadi waktu yang mahal. Kalau tidak pintar membagi waktu, jelas menulis pun semakin tersisihkan.

Minder

Minder ini menjadi masalah berat buat penulis pemula.  Kalau ikut lomba, sudah minder duluan karena melihat nama-nama penulis beken yang ikut. Ketika ingin mempublikasikan tulisan, malu untuk membagikannya di medsos. Minder ini membuat saya juga sempat malu setelah menerima kritikan.

(Baca Juga: Tips Menemukan Suara dalam Tulisan)

Tips Buat Penulis Pemula

Nah, setelah tahu apa saja yang membuat minder, saya akan bagikan beberapa hal yang bisa kamu lakukan jika tiak ingin membuang waktu.


Cari Tahu Tujuan Menulis

Kamu harus cari tahu dulu tujuanmu menulis. Kalau kamu belum tahu, saran saya langsung saja buat blog gratisan lalu tulis apa saja di sana. Blog ini hanya untuk cerita pengalaman atau artikel non-iksi. Tertarik buat menulis fiksi seperti cerpen, puisi, dan novel? Lebih baik tulis di Wattpad, Rakata, dan platform sejenis.


Kamu juga bisa membuat akun di Medium atau Kompasiana kalau ingin menulis non-fiksi. Jadi, tulisanmu tidak akan bercampur tanpa tujuan. Kalau dari awal kamu sudah membedakan jenis tulisan di platform yang tepat, kamu tidak akan susah lagi untuk menata tulisan ketika dibutuhkan.

Beri Durasi Mengevaluasi Tujuan

Ketika kamu ingin melakukan eksplorasi tentang berbagai contoh tulisan, beri batasan waktu. Misalnya, enam bulan. Tujuan ini untuk menemukan mana yang ingin kamu jadikan sebagai hobi saja dan mana yang ingin kamu jadikan cuan.


Contohnya, saya dulu masih bingung mau fokus menulis novel untuk cuan atau menulis artikel. Semua lomba saya ikuti sampai dua tahun awal pada 2013-2015 saya mulai menumpuk rasa capek. Baru saya pisahkan tulisan fiksi dari blog dan mulai fokus hanya mengisi artikel di blog. 


Menulis fiksi saya lakukan dengan serius, tetapi frekuensinya tidak sesering menulis artikel. Saya pun memutuskan untuk mengejar cuan pada content writing dan berkembang di copywriting. Lomba fiksi saya ikuti setahun sekali jika ada ide.


Setelah kamu tahu tujuanmu yang ingin dikejar cuannya di bidang tulisan apa, fokuskan energimu lebih banyak di situ dan jenis tulisan lain hanya dilakukan sekadar sebagai hobi saja agar tidak suntuk.

Fokus di Medsos yang Disuka Saja

Kalau sudah menulis dan mulai mempublikasikan tulisan, kamu perlu melakukan promosi untuk membangun branding sebagai seorang penulis. Dulu, saya berusaha aktif di semua medsos mulai dari X, TikTok, Instagram, dan Quora. Akibatnya, capek memikirkan strateginya.


Akhirnya, saya hapus TikTok dan fokus di Instagram serta Threads. Instagram dan Threads pun terhubung akunnya. Saya tidak sering membuat Reels dan lebih nyaman membuat tulisan di template Canva saja. Efeknya tetap bagus untuk membangun branding saya sebagai penulis.


Pilihlah medsos yang paling nyaman buatmu dan tidak perlu FOMO dengan mengikuti semuanya. Saya gunakan medsos selain Instagram dan Threads untuk mencari ide dan belajar hal baru saja. 

Inilah tiga tips penulis pemula yang akan saya lakukan jika harus mulai dari awal lagi.


Bagaimana denganmu? Apakah kamu ingin merombak kembali caramu dalam menyusun strategi sebagai penulis? Jika kamu sulit dalam riset, coba baca ebook saya ‘1 Jam Bikin Creative Storytelling’ di sini.

0 Comments